Selasa, 27 Oktober 2015

Senin, 26 Oktober 2015

Kedaulatan Energi RI Banyak Kepincut Rayuan Manis Investor


Anggota DPD RI dari Papua, Charles Simaremare, menyatakan kedaulatan energi Indonesia sekarang ini banyak terkena rayuan-rayuan manis investor.  

Read More : Kedaulatan Energi RI Banyak Kepincut Rayuan Manis Investor.



BNI Jadi Bank Pendukung Implementasi Izin Investasi 3 Jam BKPM


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mendukung upaya reformasi yang dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam mempersingkat proses perizinan investasi hanya dalam waktu tiga jam.  

Read More : BNI Jadi Bank Pendukung Implementasi Izin Investasi 3 Jam BKPM.



Pengembang Properti Disarankan Keluarkan Instrumen KIK DIRE


Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menekankan, pengembang properti agar mengeluarkan instrumen Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estate (KIK DIRE).

Read More : Pengembang Properti Disarankan Keluarkan Instrumen KIK DIRE.



Minggu, 25 Oktober 2015

First Asia Capital: Laba Emiten Jadi Penggerak Pasar


Katalis pasar akan banyak digerakkan oleh sentimen laba kuartal tiga sejumlah emiten. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4630 hingga 4700 berpeluang tutup di teritori positif.  










Read More : First Asia Capital: Laba Emiten Jadi Penggerak Pasar.



Sabtu, 24 Oktober 2015

Megapolitan Developments Gelar Pameran Produk Unggulan


Megapolitan Developments saat ini fokus pada pembangunan kawasan terpadu baik landed maupun high-rise serta komersial di Cinere dan Bogor.

Read More : Megapolitan Developments Gelar Pameran Produk Unggulan.



Rizal Ramli Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI 6% pada 2016


Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan revaluasi aset dan penghapusan pajak berganda pada REIT jadi langkah besar bagi ekonomi.

Read More : Rizal Ramli Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI 6% pada 2016.



Pasokan Melimpah, Harga Minyak Turun ke US$ 44,6 per Barel


tone positif tersebut diimbangi oleh kekhawatiran dari kelebihan pasokan minyak mentah dunia yang mencederai pasar energi dalam setahun ini.

Read More : Pasokan Melimpah, Harga Minyak Turun ke US$ 44,6 per Barel.



Jumat, 23 Oktober 2015

Rupiah di BRI Pagi Ini Menguat 70 Poin


Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 13.455 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.605 per dolar AS.

Read More : Rupiah di BRI Pagi Ini Menguat 70 Poin.



Rabu, 21 Oktober 2015

Revaluasi aset BUMN dapat perkuat permodalan


Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong perusahaan milik negara untuk melakukan revaluasi aset sebagai salah satu langkah memperkuat neraca keuangan dari sisi modal. "Revaluasi aset BUMN itu perlu. Namun harus dilakukan dengan ...

Read More : Revaluasi aset BUMN dapat perkuat permodalan.



Jumat, 16 Oktober 2015

Indef Pertanyakan BPS tak Ungkap Data Pengangguran


INILAHCOM, Jakarta - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk merilis data pengangguran di Indonesia.

Peneliti Indef, Dzulfian Syafrian menilai ada terkait belum dipublikasikannya data pengangguran oleh BPS pada Juli lalu.
 
"Biasanya diumumkan pada bulan Juli setiap tahun. Ini penting karena data-data dari hasil survei BPS menjadi bahan evaluasi kinerja pemerintah. Yang disampaikan dalam  pidato kenegaraan presiden dan nota keuangan," ujar Dzulfian Syafrian di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (16/10/2015)

Kata Dzulfian, hasil survei sosial ekonomi yang dilakukan BPS, juga menjadi acuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama data tentang kemiskinan dan tingkat pengangguran.

"Sehingga menjadi pertanyaan besar, mengapa BPS belum mengumumkan hasil survei pengangguran sampai hari ini. Lebih-lebih, presiden dalam pidatonya, tidak menyinggung soal kemiskinan dan pengangguran," papar Dzulfian. [ipe]



Read More : Indef Pertanyakan BPS tak Ungkap Data Pengangguran.



Kamis, 15 Oktober 2015

Pemkot Balikpapan Gandeng Pengembang Siapkan Rumah Murah


Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menggandeng 14 pengembang perumahan di daerah setempat menyiapkan program rumah murah.

Read More : Pemkot Balikpapan Gandeng Pengembang Siapkan Rumah Murah.



Kamis, 08 Oktober 2015

Usulan RUU Pengampunan Pajak Tak Berdasar


JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra memandang Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak Nasional tidak memiliki dasar yang jelas dan kuat. Bahkan, RUU ini terkesan memiliki niat terselubung untuk menutupi kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada...

 

Read More



Read More : Usulan RUU Pengampunan Pajak Tak Berdasar.



Selasa, 06 Oktober 2015

Genjot Lifting Migas Untuk Penerimaan Negara


Lifting menjadi tolak ukur utama kinerja industri hulu migas karena langsung memengaruhi penerimaan negara.

Read More : Genjot Lifting Migas Untuk Penerimaan Negara.



Ini Temuan BPK untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah


Selama semester I 2015, pemeriksaan BPK lebih banyak dilakukan untuk laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah.

Read More : Ini Temuan BPK untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.



Alasan Proposal Kereta Cepat Jepang Kalah dari China


Pasalnya proposal China memenuhi semua syarat yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni tanpa anggaran dan jaminan dari pemerintah

Read More : Alasan Proposal Kereta Cepat Jepang Kalah dari China.



Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Tak Naik Hingga 2016


Hasil rilis data pekerja AS terutama di sektor non pertanian menjadi pertimbangan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.

Read More : Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Tak Naik Hingga 2016.



Sabtu, 03 Oktober 2015

Pinjam uang tanpa jaminan untuk usaha kecil apa bisa?


Mungkin bagi kebanyakan pengusaha kecil tak pernah terbesit sekalipun dalam benak untuk mengajukan pinjaman di bank tanpa jaminan. Kalau untuk karyawan dan pegawai yang mempunyai penghasilan tetap mungkin mereka bisa mengajukan ...

Read More : Pinjam uang tanpa jaminan untuk usaha kecil apa bisa?.



Indef: Paket Stimulus II lebih fokus


Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II yang dikeluarkan pemerintah lebih terfokus untuk memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas investasi. "Dengan berfokus ...

Read More : Indef: Paket Stimulus II lebih fokus.