Senin, 30 November 2015

Polemik Surat Setya Novanto ke Pertamina Harus Diselesaikan


JAKARTA - Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas surat yang diduga dari Ketua DPR RI Setya Novanto kepada Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto yang meminta Pertamina membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) ke...

 

Read More



Read More : Polemik Surat Setya Novanto ke Pertamina Harus Diselesaikan.



Sabtu, 21 November 2015

Swasta Masuk Bisnis Air, Syaratnya Diperketat


INILAHCOM, Jakarta - Bagi investor swasta yang berminat di bisnis pengelolaan air, dikenakan syarat ketat dan diawasi pemerintah.

Kata Agus Suprapto Kusmulyono, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pengawasan dan pengendalian oleh negara atas air, sifatnya mutlak.

"Dan pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan izin kepada swasta untuk melakukan pengusahaan atas air dengan syarat-syarat tertentu dan ketat," kata Agus di Jakarta, Sabtu (21/11/2015).  

Menurut Agus, izin tersebut tidak dapat dipindahtangankan akan tetapi tetap meperhatikan fungsi soslial lingkungan hidup dan kelestarian lingkungan. "Swasta harus memperhatikan syarat-syarat yang selaras dengan enam prinsip keputusan oleh Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu," papar Agus.

Enam prinsip tersebut, lanjut Agus, adalah tidak mengganggu hak rakyat atas air, keharusan negara memenuhi hak rakyat atas air, kewajiban menjaga kelestarian lingkungan hidup, adanya pengawasan dan pengendalian negara, prioritas pengusahaan pada BUMN dan BUMD, serta penetapan syarat ketat bagi keterlibatan swasta.

Sebelumnya, anggota Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) M Aulawi Dzin Nun mengatakan, rencana bisnis ini wajib dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna meningkatkan kinerja.

"Membuat business plan atau rencana bisnis wajib dilakukan PDAM. Pasalnya dengan adanya 'business plan' ada gambaran yang jelas apa yang akan dilakukan PDAM menuju kinerja yang lebih baik," kata Aulawi.

Menurut Aulawi, tanpa perencanaan yang baik, maka PDAM tidak mencapai kinerja seperti yang diharapkan seperti sehat dan dan mandiri. "Jadi business plan itu gunanya untuk merencanakan ke depan lebih baik secara teknis dan manajerial," kata Aulawi. [tar]

#kadin #erkek #industri #bisnis #business #jokowi #JKW4P #Prabowo #AS #BKF #BI #BankIndonesia #Indonesia #Rupiah #utang #UtangPemerintah #UMKM #RBI #sukubunga #inflasi #FOMC #bunga #TheFed #APBN #bambangbrodjonegoro #kebijakan #aktual #proyek #Gerindra #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #TrendingNow #pengangguran #sarjana #BPS #loker #job #Lowongan #tepokjidat #Megawati #capres #negara #akurapopo #PKS



Read More : Swasta Masuk Bisnis Air, Syaratnya Diperketat.



Kamis, 19 November 2015

Jumat, 13 November 2015

Menperin: Industri Butuh Bunga Bank Kompetitif


YOGYAKARTA - Pelaku industri di Indonesia membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi serta memperkuat daya saing. Untuk itu, bunga pinjaman perbankan seharusnya lebih kompetitif.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengemukakan, saat ini besaran bunga dari...

 

Read More



Read More : Menperin: Industri Butuh Bunga Bank Kompetitif.



Kamis, 12 November 2015

Perkebunan Bali Bentuk NTP Naik 0,50%


BPS mencatat andil subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) di Bali dalam membentuk Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 99,41 persen pada Oktober 2015. 

Read More : Perkebunan Bali Bentuk NTP Naik 0,50%.



Menko Rizal Terima Kunjungan USD-ASEAN Business Council


Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman menerima kunjungan dari US-ASEAN Business Council. 

Read More : Menko Rizal Terima Kunjungan USD-ASEAN Business Council.



OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Melambat


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia masih mengalami perlambatan.

Read More : OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Melambat.



Jumat, 06 November 2015

Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa RI Kembali Turun


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Oktober 2015 sebesar USD100,7 miliar atau senilai Rp1.373 triliun, turun dibandingkan posisi akhir September 2015 sebesar USD101,7 miliar.

Deputi Direktur Departemen Komunikasi Andiwiana mengatakan,...

 

Read More



Read More : Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa RI Kembali Turun.



Kamis, 05 November 2015

Komoditi Emas & Kopi Masih Bersinar


Jakarta Future Exchange (JFX) mengakui, komoditi emas dan kopi masih banyak diminati oleh nasabah ‎industri perdagangan berjangka. Meski, keadaan pasar komoditi sedang melemah.

Read More : Komoditi Emas & Kopi Masih Bersinar.



Solusi Gubernur Sumsel Atasi Kebakaran Hutan


Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengaku telah menggandeng semua pihak terkait dalam rangka menyelesaikan persoalan kebakaran hutan. 

Read More : Solusi Gubernur Sumsel Atasi Kebakaran Hutan.



Siap-Siap, Tiongkok akan Kembali Devaluasi Mata Uangnya


People Bank of China (PBoC)‎ atau Bank Sentral Tiongkok diperkirakan akan kembali melemahkan nilai mata uangnya.‎

Read More : Siap-Siap, Tiongkok akan Kembali Devaluasi Mata Uangnya.



Rabu, 04 November 2015

Levi's luncurkan sepatu bahan denim


Levi's secara resmi meluncurkan lini sepatu di Indonesia dengan menampilkan sembilan koleksi terbarunya yang terinspirasi dari kebudayaan jalanan atau "street culture" dengan gaya orisinalitas Levi's. "Koleksi baru akan ...

Read More : Levi's luncurkan sepatu bahan denim.



Selasa, 03 November 2015

Menkeu: THR bermanfaat Kurangi Beban Belanja PNS


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan pemerintah untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar sebulan gaji pokok kepada Pegawai Negeri Sipil pada 2016, bermanfaat untuk mengurangi...

Read More : Menkeu: THR bermanfaat Kurangi Beban Belanja PNS.